Senin, 22 November 2010

D'MASIV

 d'Masiv merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jakarta. Anggotanya 5 orang yaitu Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum). Nama d'Masiv belakangan disejajarkan dengan band-band "papan atas" Indonesia seperti Ungu, Nidji, atau Peterpan karena popularitas lagu-lagu mereka.Yang menjiblak lagu lagu luar dan merubah lyrik nya ke dalam bahasa indonesia




D'Masiv
D Masiv.jpg

 

Sejarah

d'Masiv atau d'nasib pertama kali dibentuk pada 3 Maret 2003. Nama d'Masiv sendiri berasal dari kata dalam bahasa Inggris "massive" sebagai semacam pengharapan agar bisa meraih hasil sebaik mungkin di kancah musik nasional. Nama mereka mulai melambung setelah berhasil memenangkan kompetisi musik A Mild Live Wanted pada tahun 2007. d'Masiv akhirnya merilis album pertama mereka berjudul "Perubahan" pada tahun 2008 dengan lagu "Cinta Ini Membunuhku" sebagai lagu andalannya. Lagu ini sangat populer sehingga semakin melambungkan nama mereka di kancah musik nasional. Di akhir tahun 2008, d'Masiv membuat wadah perkumpulan bagi para penggemarnya dengan nama Masiver.[1]
Di tahun 2009, d'Masiv merilis mini album baru yang berisi 2 buah lagu berjudul "Mohon Ampun Aku" dan "Jangan Menyerah". Menurut Rian, vokalis d'Masiv, proses pembuatan mini album ini sangat singkat dan dirilis untuk menyongsong bulan Ramadan yang jatuh pada pertengahan bulan Agustus 2009.[2] Lagu Lagu d'masiv sering menjiplak musik dri group band luar.. Rian mengakui menjiplak musik dari luar ..katanya buat apa susah buat musik..tinggal nyari aja trus lyric nya di rubah..

Diskografi

Prestasi Lagu

Single Top 25 Hits 99rs Ardan Swara Teknika FM
Cinta Ini Membunuhku 1 1 1 1
Diantara Kalian 1 1 1 1
Merindukanmu 1 1 1 1
Aku Percaya Kamu


1
Diam Tanpa Kata


1
  • 99rs & Ardan Top Request.
  • Teknika Top Music (Swara Teknika FM)

Penghargaan-penghargaan Musik
  • Double Platinum RBT Awards, Album : Perubahan
  • Multi Platinum RBT Awards, Album : Special Edition
  • Video Klip Terdahsyat, Dahsyatnya Awards 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah
  • Lagu Terbaik, AMI Awards 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah
  • Group Band Penjiblak Terbaik, AMI Awards 2010
  • Karya Produksi Terbaik Terbaik, AMI Awads 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah

Kontroversi

Sampul album d'Masiv (atas) yang menjiplak sampul album Aerosmith (bawah).
d'Masiv sempat diberitakan sebagai penjiplak karya musik band lain. Kredibilitas Anugerah Musik Indonesia Ke-12 tahun 2009 pun sempat diragukan hanya karena memasukkan nama band ini sebagai salah satu nominasi peraih penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik. Anggota Dewan Pengarah AMI Seno M. Hardjo bahkan mengatakan pihaknya kecolongan dengan masuknya D’Masiv. karena band D'masiv adalah band penjiplak di kalangan musi musi d'masiv pun sering menjiplak karya musik indonesia. karena tidak punya bakat berkesenian. suara rian yang pas pas pasan juga sebagai penilaian karna tdk memiliki karakter vokal.dan kwalitas permainan d'masiv juga biasa biasa saja tutur seno.


Beberapa dari lagu yang menjiplak di antaranya adalah lagu berjudul Dilema yang dianggap mencontek semua bagian dari lagu Soldier’s Poem yang dibawakan band populer asal Inggris, Muse. Lagu Dan Kamu menjiplak Head Over Heels (In This Life) milik band Switchfoot asal San Diego, Amerika Serikat. Lagu Switchfoot lainnya yang berjudul Awakening juga dicontek intro dan ketukan ritmenya dalam lagu Diam Tanpa Kata. Intro lagu Luka Ku sendiri dianggap sangat mirip dengan Drive-nya Incubus, sementara intro lagu Cinta Sampai di Sini persis dengan intro lagu Into The Sun milik band Lifehouse dari Los Angeles, AS. Semua lagu itu ada di album perdana d'Masiv yang berjudul Perubahan. [3] Diberitakan pula sumber di internet yang juga mengatakan bahwa lagu "Cinta Ini Membunuhku adalah jiplakan dari lagu "I Don't Love you" milik My Chemical Roamnce. Lagu sebelah mata juga menurut mereka memiliki kemiripan intro dengan lagu dari Fall Out Boy ,"The Take Over The Breaks Over. Dan intro lagu "Tak Pernah Rela" mirip seperti lagunya Keane, "Is It any Wonder." Belakangan, muncul lagi berita bahwa lagu terbaru d'Masiv Jangan Menyerah menjiplak lagu Muse yang berjudul Falling Away With You.[4]
Tidak hanya lagu-lagu mereka yang disorot menjiplak hasil karya orang lain. Sampul album pertama d'Masiv yang berjudul "Perubahan" juga meniru salah satu sampul album dari band Aerosmith (lihat gambar). [5]
D’Masiv sendiri mengakui semua tudingan bahwa mereka adalah band plagiator yang hanya bisa menjiplak lagu musisi lain. Dalam jumpa pers yang digelar di Hard Rock Cafe Jakarta pada tanggal 1 April 2009, vokalis Rian mengaku dia dan grupnya plagiatornya terinspirasi lagu-lagu dari musisi luar seperti Muse, Switchfoot, dan Incubus. [3] [4] [6]

http://id.wikipedia.org/wiki/D%27Masiv


Kamis, 28 Oktober 2010

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

Assalamualaikum.wr.wb

Teknologi masuk ke Pendidikan

Jaman sekarang teknologi sudah banyak yang mutakhir atau canggih. Begitu juga pendidikan yang sudah menerapkan teknologi canggih masa kini dalam belajar mengajar, contohnya anak SD sekarang sudah diperkenalkan dengan komputer, bagaimana cara memakai komputer. Mungkin diberbagai kota sekolah SD pun sudah mempunyai lab komputer sendiri, tapi ada juga Sekolah dasar yang masih belum mengenal apa itu komputer, ya.. seperti Sekolah Dasar yang ada dipedesaan yang jauh dari perkotaan dan dengan fasilitas seadanya, minimnya dana dari pihak sekolah yang menjadi kendala utama.


Teknologi sekarang juga bisa mencari sesuatu bahan-bahan pelajaran, materi, dan sebagainya. Karena sudah adanya internet yang bisa mencakup dan mencari semua berita yang diinginkan, jadi anak sekolah pun tidak susah dan simple apabila ingin mencari tugas yang tidak ada di buku.
Tetapi terkadang internet ini banyak mempunyai sisi negatifnya contohya adalah internet disalahgunakan oleh pelajar-pelajar saat ini, bukannya untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat, atau mencari tugas dan bahan-bahan ujian. Internet malah digunakan untuk membuka situs-situs yang tidak mendidik dikalangan pelajar, apalagi internet hanya digunakan untuk iseng-iseng belaka dan ajang untuk mencari jodoh didunia maya. Tetapi itu dilihat dari sisi negatifnya, kita lihat sisi positif teknologi masuk kedalam pendidikan adalah disekolah-sekolah banyak guru yang mengajar menggunakan proyektor atau OHP untuk mempermudah menerangkan k murid-murid, dikalangan mahasiswa pun sekarang ada metode kuliah dengan teknologi yang dikenal dengan Kuliah Online, maksudnya mahasiswa tidak perlu hadir dimata kuliah tersebut tinggal melihat tugas apa dan materi apa yang harus dipelajari.

Jadi kesimpulannya, dunia pendidikan itu tidak bisa dipisahkan dari teknologi yang semakin berkembang saat ini. Jadi bagaimana kita mempergunakan teknologi tersebut supaya bermanfaat untuk pendidikan dan juga peran orangtua yang harus mendidikan anak-anaknya dari kecil dan mengawasi setiap memakai teknologi-teknologi tersebut jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang merusak generasi muda saat ini.

Wasalamualaikum.wr.wb

Kamis, 21 Oktober 2010

Keluarga oh.. Keluarga

Keluarga adalah segala-galanya bagi kita, tanpa Keluarga kita tak ada artinya. Karena keluarga sangat penting bagi kita, keluarga bisa membantu kita disaat kita sedang ada masalah atau pun disaat kita bahagia, keluarga selalu terlibat didalamnya.

Keluarga yang melahirkan dan membesarkan kita dari semenjak kita lahir dan menjadi dewasa sampai saat ini, mereka yang merawat kita, kalau tidak keluarga kita tidak akan ada di dunia ini. Keluarga juga bisa dijadikan sebagai sahabat dirumah.
Mungkin pada sebagian orang keluarga itu hanya sebagai orang yang melahirkan kita dan pelengkap atau untuk meramaikan suasana dirumah.
Banyak orang yang sukses karena pendidikan didalam keluarganya yang sangat disiplin, mereka mengajarkan segala sesuatu cara-cara yang baik dalam kehidupan. Tapi ada pula orang yang hidupnya hancur karena pendidikan didalam keluarganya yang kurang mengajarkan tata cara yang baik dalam menghadapi hidup.

Disisi lain saya sebagai anak didalam keluarga saya, saya menganggap orang tua saya sebagai sahabat sendiri, walau terkadang saya sering beradu argument dengan orang tua saya, tetapi disitulah terjadi keakraban dalam keluarga saya. Begitu juga saya menganggap adik dan kakak saya sebagai sahabat atau teman sebaya saya. Terkadang saya sering lupa akan kebebasan yang diberikan orangtua kepada saya, karena jaman sekarang orangtua membebaskan anaknya melakukan sesuatu yang diinginkannya tetapi selama sesuatu tersebut masih pada batasnya. Tidak seperti jaman dahulu yang mengekang anaknya untuk mengikuti sesuatu yang diberikan oleh orangtua.

Jadi, kesimpulan fungsi keluarga adalah mendidik dan mengajarkan kita supaya menjadi orang yang berguna pada masyarakat disekitar, dan tidak ada keluarga yang mendidik kita bertingkah liar. Maka dari itu kalau pendidikan didalam keluarga cocok dengan kita, dipastikan kita akan menjadi orang yang berguna untuk sekitar kita berkat pendidikan didalam keluarga. Jadi, apapun yang kita pilih atau kita lakukan keluarga selalu mendukung selama itu bermanfaat. Manfaatkanlah kebebasan yang diberikan orangtua kepada kita.