Rabu, 08 Juni 2011

HARAPAN

“manusia hanya bisa berharap” sebagian orang hanya bisa berkata seperti itu tanpa ada usaha untuk mencapai harapan tersebut. Seseorang pasti mempunyai harapan di masa depan yang kelak akan tercapai dikemudian hari. Sama seperti saya yang mempunyai banyak harapan di masa depan.
Harapan yang paling utama adalah bisa membahagiakan orang tua kelak ketika saya sukses nanti, sekarang saya hanya bisa belajar dan belajar untuk lulus tepat waktu pada perguruan tinggi. Dirumah pun saya mempunyai usaha rental mobil  yang alhamdulillah bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain kuliah saya dirumah juga membantu orang tua mengurus usahanya, karena dari saya membantu usaha orang tua, saya bisa belajar bagaimana harus peduli dan cepat tanggap apabila ada costumer dating untuk menyewa mobil dan hal-hal kecil yang ada dirumah. Dari situlah saya bisa belajar, apabila saya bekerja diluar usaha dirumah.
Harapan yang kedua adalah kelak apabila saya sudah sukses, saya ingin memiliki keluarga sendiri. Sebelum memiliki keluarga sendiri, orang tua sering menasihati saya ”jadi Sarjana dan sukses dulu baru membangun keluarga sendiri” dari kata-kata orang tua itu saya berpikir memang ada benarnya, karena apabila saya lulus sarjana tetapi tidak sukses mau makan apa anak dan istri saya kelak. Maka dari itu saat ini saya fokus pada kuliah walaupun terkadang masih sering-sering main-main, tetapi saya berjanji kelak akan bisa sukses dan mempunyai keluarga sendiri yang harmonis.
Itulah 2 Harapan yang paling penting dalam hidup saya yang sampai saat ini salah satunya belum bisa tercapai. Tetapi kelak saya akan bisa mewujudkan harapan tersebut.
Janganlah berhenti berharap karena sesungguhnya harapan tersebut bisa kita capai apabila ada usaha dan doa. Karena sekali lagi manusia hanya bisa berharap dan merencanakan sesuatu, dan yang bisa menentukan hanya Allah SWT.
Manusia yang bertanggung jawab

Manusia hidup bermasyarakat dan bersosial sesama manusia dan lingkungan di sekitarnya, maka dari itu manusia juga memiliki tanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan terhadap orang lain.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang bisa menyelesaikan atau menangani perbuatannya sendiri. Manusia juga mempunyai aturan yang bisa membatasi manusia tersebut untuk melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain dan lingkungan sekitar. Contohnya saja dirumah, orang tua yang membatasi anak-anaknya untuk keluar larut malam. Karena pikir orang tua tidak ada manfaatnya keluar rumah larut malam, salah-salah bergaul bisa terjerumus pergaulan yang tidak baik. Itulah contoh orang tua yang mempunyai tanggung jawab atas anak-anaknya dirumah.
Manusia pun mempunyai tanggng jawab atas diri sendiri. Contohnya ia harus bisa mempertanggung jawabkan atas perbuatan dan pilihannya yang telah ia pilih, bisa bertanggung jawab atas janjinya. Kebanyakan orang-orang hanya mengucapkan janji-janji tetapi tidak bisa mempertanggung jawabkan janjinya tersebut. Banyak contoh lain seperti calon-calon pejabat yang bisanya kampanye-kampanye kesana-kesini dan meneriakkan janji-janjinya hanya untuk mendapat dukungan dari masyarakat. Tetapi setelah terpilih pejabat tersebut hanya menikmati hasil dari pekerjaannya saja dan tidak mempedulikan masyarakatnya. Itulah salah satu contoh manusia yang tidak bertanggung jawab atas orang lain dan lingkungan disekitarnya.
Contoh selanjutnya adalah bertanggung jawab kepada teman sekelas, misalnya saya meminjam pulpen atau pensil kepada teman saya, saya harus bisa bertanggung jawab atas benda yang saya pinjam tersebut. Apabila benda tersebut hilang maka saya harus menggantinya itulah bentuk tanggung jawab pada teman sekelas. 
Tanggung jawab saya dirumah adalah sebagai anak untuk membantu orang tua. Dan bisa mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan kepada orang tua.
Jadi kesimpulannya adalah manusia harus mempunyai jiwa tanggung jawab, karena jika manusia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya maka akan bisa menciptakan keserasian dan keselarasan terhadap manusia lain dan lingkungan alam sekitarnya.